Mata Pelajaran: Video Grafis
Program Keahlian: Desain Komunikasi Visual (DKV)
Sasaran: Siswa SMK
Topik: Dasar-Dasar Video Grafis dan Produksi Video
Alokasi Waktu: 4 JP
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Video grafis merupakan media komunikasi visual yang menggabungkan gambar bergerak, teks, ilustrasi, audio, animasi, dan efek visual untuk menyampaikan informasi atau pesan kepada penonton.
Video grafis banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti:
Dalam bidang DKV, video grafis menjadi salah satu media penting karena mampu menyampaikan pesan secara visual dan menarik.
Visual merupakan elemen yang dapat dilihat oleh penonton, seperti:
Visual harus disusun dengan memperhatikan prinsip desain agar pesan mudah dipahami.
Audio memberikan suasana dan memperkuat pesan dalam video.
Contohnya:
Teks digunakan untuk memberikan informasi tambahan kepada penonton.
Contohnya:
Gerakan membuat video lebih hidup dan menarik.
Gerakan dapat berasal dari:
Warna digunakan untuk membangun identitas dan suasana video.
Pemilihan warna harus disesuaikan dengan tema dan target audiens.
Beberapa jenis video yang dapat dibuat oleh siswa DKV antara lain:
Digunakan untuk mempromosikan produk, jasa, kegiatan, atau sebuah lembaga.
Digunakan untuk merekam suatu kegiatan atau peristiwa.
Digunakan untuk menyampaikan informasi atau materi pembelajaran.
Video yang memperkenalkan profil suatu perusahaan, organisasi, atau sekolah.
Video yang menggabungkan desain grafis dengan animasi dan audio.
Video yang dibuat untuk menarik perhatian audiens terhadap produk atau layanan tertentu.
Produksi video secara umum terdiri dari tiga tahap utama:
Pra-produksi merupakan tahap perencanaan sebelum proses pengambilan gambar.
Kegiatan yang dilakukan antara lain:





Produksi adalah proses pengambilan gambar dan suara berdasarkan konsep yang telah dibuat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pasca-produksi adalah proses mengolah hasil rekaman menjadi video final.
Kegiatannya meliputi:
Menampilkan objek dengan area lingkungan yang sangat luas.
Fungsi: Menunjukkan lokasi atau suasana.
Menampilkan objek secara utuh dengan lingkungan di sekitarnya.
Menampilkan objek dari sekitar pinggang hingga kepala.
Fungsi: Cocok untuk wawancara dan presentasi.
Menampilkan bagian wajah atau objek secara lebih dekat.
Fungsi: Menonjolkan ekspresi atau detail.
Menampilkan bagian objek dengan sangat dekat.
Fungsi: Menekankan detail tertentu.
Kamera berada sejajar dengan objek.
Kamera berada lebih tinggi dari objek.
Kamera berada lebih rendah dari objek.
Kamera mengambil gambar dari posisi sangat tinggi sehingga objek terlihat dari atas.
Kamera berada sangat rendah dan mengarah ke atas.
Beberapa gerakan kamera yang perlu diketahui:
Penggunaan gerakan kamera harus memiliki tujuan dan tidak dilakukan secara berlebihan.
Editing merupakan proses menyusun dan mengolah footage menjadi sebuah cerita yang utuh.
Tahapan dasar editing:
Import → Seleksi → Cut → Arrange → Audio → Text → Transition → Color → Export
Software yang dapat digunakan untuk pembelajaran antara lain:
Untuk tahap awal, siswa dapat menggunakan aplikasi editing yang lebih sederhana sebelum mempelajari software profesional.
Memotong bagian video yang tidak diperlukan.
Menghubungkan satu scene dengan scene lainnya.
Menyesuaikan durasi gambar, teks, dan audio agar video terasa nyaman ditonton.
Audio harus memiliki volume yang seimbang dengan voice over dan efek suara.
Gunakan jenis dan ukuran huruf yang mudah dibaca.
Warna video dapat disesuaikan agar memiliki suasana dan identitas visual yang konsisten.
Storyboard merupakan gambaran visual dari setiap adegan sebelum proses produksi.
Contoh storyboard sederhana:
| Scene | Visual | Audio | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Tampilan depan sekolah | Musik pembuka | 5 detik |
| 2 | Siswa masuk kelas | Musik | 5 detik |
| 3 | Kegiatan DKV | Voice over | 10 detik |
| 4 | Praktik desain | Musik | 10 detik |
| 5 | Hasil karya siswa | Musik | 10 detik |
| 6 | Logo/nama sekolah | Voice over | 5 detik |
Peserta didik bekerja secara individu atau kelompok untuk membuat video promosi berdurasi 60–90 detik.
“Kenapa Memilih SMK Bakti Mandiri?”
Video dapat memperkenalkan:
Tahap 1: Menentukan ide dan konsep
↓
Tahap 2: Membuat naskah
↓
Tahap 3: Membuat storyboard
↓
Tahap 4: Menyiapkan alat dan lokasi
↓
Tahap 5: Pengambilan gambar
↓
Tahap 6: Editing
↓
Tahap 7: Review
↓
Tahap 8: Export video
↓
Tahap 9: Presentasi hasil
Buatlah sebuah video pendek dengan ketentuan:
| Aspek | Bobot |
| Ide dan konsep | 20% |
| Storyboard dan perencanaan | 15% |
| Teknik pengambilan gambar | 20% |
| Editing video | 20% |
| Kreativitas | 15% |
| Presentasi | 10% |
| Total | 100% |
Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik menjawab pertanyaan berikut: