{"id":160,"date":"2026-08-26T06:23:16","date_gmt":"2026-08-26T06:23:16","guid":{"rendered":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/?page_id=160"},"modified":"2026-08-26T06:23:17","modified_gmt":"2026-08-26T06:23:17","slug":"sketsa-ilustrasi","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/sketsa-ilustrasi\/","title":{"rendered":"SKETSA ILUSTRASI"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sketsa merupakan suatu gambar atau lukisan yang masih kasar atau belum selesai untuk mengawali sebuah penggarapan karya lukis, arsitektur, animasi, ilustrasi dan lainnya. Sketsa juga dapat di sebut sebagai suatu gambar pendahuluan atau pra rancang yang masih kasar, ringan, dan sifatnya sementara sebagai dasar dalam membuat karya. Di <strong>SMK Bakti Mandiri<\/strong>, Pembelajaran sketsa ilustrasi di bedah menjadi beberapa materi yaitu, menggambar model, nirmana, prespektif, anatomi tubuh manusia dan tipografi. Peserta didik diajarkan dasar-dasar tersebut di kelas 10, sebagai awal mereka memahami dan mempelajari proses berkarya, sehingga siswa dapat mengembangkan dan mengekprorasi bakat mereka<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa Saja Yang Dipelajari ?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam DKV, sketsa ilustrasi tidak hanya bertujuan menghasilkan gambar yang bagus, tetapi juga menjadi media untuk menuangkan dan mengembangkan ide visual sebelum menjadi karya akhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sketsa dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>perancangan karakter<\/li>\n\n\n\n<li>ilustrasi buku dan komik<\/li>\n\n\n\n<li>poster<\/li>\n\n\n\n<li>storyboard<\/li>\n\n\n\n<li>desain kemasan<\/li>\n\n\n\n<li>ilustrasi editorial<\/li>\n\n\n\n<li>iklan<\/li>\n\n\n\n<li>concept art<\/li>\n\n\n\n<li>desain produk<\/li>\n\n\n\n<li>perancangan visual untuk media digital<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu hal paling utama yang peserta didik akan pelajari adalah &nbsp;dasar-dasar utama dalam membuat sebuah sketsa ilustrasi, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Unsur \u2013 Unsur Pada Desain<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unsur-unsur desain adalah bagian dasar atau elemen penting yang disusun menjadi satu untuk membuat sebuah karya seni atau Dasar desain Grafis  yang indah dan jelas. Terdapat beberapa macam unsur desain grafis, di antaranya titik, garis, bidang, ukuran, bentuk, warna, gelap terang, tekstur, dan ruang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"998\" height=\"666\" src=\"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa-2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-161\" srcset=\"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa-2.jpg 998w, https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa-2-767x512.jpg 767w\" sizes=\"auto, (max-width: 998px) 100vw, 998px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Prinsip Dasar Dalam Desain<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prinsip desain adalah aturan atau panduan dasar yang dipakai untuk menyusun elemen visual agar sebuah karya tampak indah, teratur, dan mudah dipahami. Prinsip desain sebagai berikut, kesatuan, keseimbangan, komposisi, proporsi, irama, keselarasan, gradasi, dan penekanan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"983\" height=\"786\" src=\"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-163\" srcset=\"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa3.jpg 983w, https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa3-768x614.jpg 768w, https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa3-300x240.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 983px) 100vw, 983px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Teknik Dasar Menggambar Sketsa<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam membuat sketsa gambar, ada beberapa teknik yang perlu diketahui sebelum kita memulai menggambar, tenik dasar menggambar sketsa yaitu, arsir, dussel, blok, pointilis, prespektif, dan aquarel. Dari tenik dasar ini nantinya kita dapat menciptakan sebuah karya atau desain yang menarik, terlebih jika dapat mengkombinasikan beberapa teknik dalam satu karya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa-4-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-164\" srcset=\"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa-4-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa-4-300x200.jpg 300w, https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa-4-767x511.jpg 767w, https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sketsa-4.jpg 1034w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembelajaran Berbasis Praktik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran sketsa ilustasi di SMK Bakti Mandiri menggabungkan <strong>teori dan praktik<\/strong>. Peserta didik tidak hanya mempelajari konsep di dalam kelas, tetapi juga dapat berlatih secara langsung. Peserta didik dapat memulai dari objek sederhana, kemudian mengembangkan kemampuan melalui latihan bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Berbagai latihan dapat dilakukan melalui proyek seperti:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membuat bentuk geometris dengan teknik blok.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggambar benda sederhana menggunakan arsir.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggambar objek alam menggunakan dussel.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggambar buah atau benda menggunakan pointilis.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggambar jalan atau ruangan menggunakan perspektif.<\/li>\n\n\n\n<li>Membuat pemandangan sederhana menggunakan aquarel.<\/li>\n\n\n\n<li>Membuat satu objek yang sama dengan enam teknik berbeda untuk membandingkan hasilnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kompetensi yang dikembangkan berupa :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memahami konsep dasar sketsa ilustrasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengenali karakteristik berbagai teknik menggambar.<\/li>\n\n\n\n<li>Memilih teknik yang sesuai dengan objek dan tujuan karya.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan alat dan bahan secara tepat.<\/li>\n\n\n\n<li>Menerapkan gelap-terang, tekstur, komposisi, dan perspektif.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan kreativitas dan kemampuan visual.<\/li>\n\n\n\n<li>Membuat karya ilustrasi yang komunikatif dan estetis.<\/li>\n\n\n\n<li>Menganalisis serta mengevaluasi hasil karya sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tips berlatih untuk peserta didik :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Latih satu teknik secara bertahap sebelum menggabungkan beberapa teknik.<\/li>\n\n\n\n<li>Amati objek secara detail sebelum mulai menggambar.<\/li>\n\n\n\n<li>Mulai dengan garis ringan agar mudah diperbaiki.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan tekanan pensil yang berbeda untuk memperoleh variasi gelap-terang.<\/li>\n\n\n\n<li>Jaga kebersihan kertas, terutama saat menggunakan dussel.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk pointilis, atur jarak dan kepadatan titik secara konsisten.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk perspektif, tentukan garis horizon dan titik hilang terlebih dahulu.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk aquarel, gunakan air dan lapisan warna secara bertahap.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Portofolio sebagai Hasil Pembelajaran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap karya sketsa dapat menjadi bagian dari portofolio peserta didik. Portofolio dapat digunakan untuk menunjukkan <strong>perkembangan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan visual<\/strong>. Karya sebaiknya disimpan bersama catatan teknik, alat yang digunakan, objek yang digambar, dan evaluasi singkat. <strong>Sketsa bukan sekadar gambar awal<\/strong>, <strong>Sketsa adalah proses melihat, mengamati, merancang, dan mengembangkan ide menjadi karya visual.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sketsa merupakan suatu gambar atau lukisan yang masih kasar atau belum selesai untuk mengawali sebuah penggarapan karya lukis, arsitektur, animasi, ilustrasi dan lainnya. Sketsa juga dapat di sebut sebagai suatu gambar pendahuluan atau pra rancang yang masih kasar, ringan, dan sifatnya sementara sebagai dasar dalam membuat karya. Di SMK Bakti Mandiri, Pembelajaran sketsa ilustrasi di bedah menjadi beberapa materi yaitu, menggambar model, nirmana, prespektif, anatomi tubuh manusia dan tipografi. Peserta didik diajarkan dasar-dasar tersebut di kelas 10, sebagai awal mereka memahami dan mempelajari proses berkarya, sehingga siswa dapat mengembangkan dan mengekprorasi bakat mereka Apa Saja Yang Dipelajari ? Dalam DKV, sketsa ilustrasi tidak hanya bertujuan menghasilkan gambar yang bagus, tetapi juga menjadi media untuk menuangkan dan mengembangkan ide visual sebelum menjadi karya akhir. Sketsa dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, seperti: Selain itu hal paling utama yang peserta didik akan pelajari adalah &nbsp;dasar-dasar utama dalam membuat sebuah sketsa ilustrasi, antara lain: Unsur-unsur desain adalah bagian dasar atau elemen penting yang disusun menjadi satu untuk membuat sebuah karya seni atau Dasar desain Grafis yang indah dan jelas. Terdapat beberapa macam unsur desain grafis, di antaranya titik, garis, bidang, ukuran, bentuk, warna, gelap terang, tekstur, dan ruang. Prinsip desain adalah aturan atau panduan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":162,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-160","page","type-page","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167,"href":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/160\/revisions\/167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dkv.smkbaktimandiri.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}